pickleballvnz.com

Bangkok Banjir, Thailand Berharap Turis Tak Ketinggalan Pesawat

Bangkok - Banjir yang melanda Thailand menyebabkan kekacauan transportasi di seluruh Bangkok. Turis diimbau hati-hati dan jangan sampai ketinggalan penerbangan.Kementerian Pariwisata dan Olahraga telah bergabun...

Bangkok -

Banjir yang melanda Thailand menyebabkan kekacauan transportasi di seluruh Bangkok. Turis diimbau hati-hati dan jangan sampai ketinggalan penerbangan.

Kementerian Pariwisata dan Olahraga telah bergabung dengan Otoritas Pariwisata Thailand (TAT), Polisi Pariwisata, dan Pusat Bantuan Wisatawan untuk mengatasi masalah yang mungkin dialami masyarakat. Pihak berwenang meningkatkan langkah-langkah untuk membantu wisatawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Bangkok Post, Minggu (27/9/2026), kantor TAT di daerah yang terdampak bekerja sama dengan hotel dan bisnis pariwisata untuk membantu wisatawan yang terdampak. Salah satu bantuan mereka adalah menghadapi keterlambatan perjalanan, ketinggalan penerbangan, atau perlu memperpanjang masa tinggal turis.

TAT juga telah mengusulkan penerbitan spanduk dan peringatan perjalanan dalam bahasa Thailand dan Inggris yang memberikan informasi terkini tentang curah hujan, banjir, dan kondisi lalu lintas. Pihak berwenang juga menyarankan para pelancong untuk menyediakan waktu tambahan saat menuju ke bandara.

Bandara Suvarnabhumi telah menyarankan penumpang untuk menyediakan waktu setidaknya tiga jam untuk penerbangan internasional dan dua jam untuk penerbangan domestik.

"Rute melalui daerah Lat Krabang sebaiknya dihindari karena tingginya genangan air. Para pelancong menggunakan Jalan Tol (Jalan Raya 7) atau Jalan Tol Burapha Withi sebagai gantinya," kata manajemen bandara.

Ibu kota Thailand saat ini berada dalam status darurat setelah dilanda banjir besar akibat hujan ekstrem nonstop selama dua hari sejak 24 September 2026. Pemerintah kota telah menetapkan status bencana banjir di seluruh 50 distrik Bangkok guna mempercepat operasi tanggap darurat dan evakuasi warga.

Curah hujan ekstrem yang tercatat nyaris menyentuh angka 300 milimeter dalam waktu 48 jam menyebabkan luapan kanal utama, merendam sedikitnya 13 jalan protokol, menenggelamkan kendaraan, dan memicu aksi borong panik oleh warga setempat.

(bnl/ddn)