Bangka Barat tingkatkan peran perempuan mengolah hasil laut - ANTARA News Bangka Belitung
Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berupaya meningkatkan peran perempuan dalam mengolah hasil tangkapan laut guna mendorong kesejahteraan kelua...
Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berupaya meningkatkan peran perempuan dalam mengolah hasil tangkapan laut guna mendorong kesejahteraan keluarga masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Bangka Barat Miwani di Mentok, Selasa, mengatakan sebagai salah satu daerah kepulauan, Kabupaten Bangka Barat memiliki hasil laut cukup banyak, beragam dan potensial untuk terus dikembangkan sebagai bahan baku makanan olahan.
"Untuk itu kami berupaya agar perempuan memiliki peran lebih dalam usaha pengelolaan hasil laut agar memiliki nilai ekonomi tinggi," katanya.
Guna mendukung upaya tersebut, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan melalui Bidang Usaha Mikro bekerja sama dengan Pemerintah Desa Tanjungniur, Tempilang, melaksanakan penyuluhan peningkatan kapasitas perempuan dalam usaha pengelolaan hasil laut.
Pada kegiatan yang digelar di Kantor Desa Tanjungniur tersebut melibatkan sebanyak 30 orang perempuan pelaku usaha mikro yang ada di desa itu.
"Kami mendukung kegiatan ini karena banyak produk UMKM di desa yang memiliki potensi besar, khususnya berbagai produk olahan hasil laut," katanya.
Menurut dia, selama ini sebagian besar hasil laut masih dijual dalam bentuk mentah sehingga belum memiliki nilai tambah. Untuk itu dibutuhkan peningkatan pemahaman, wawasan dan keterampilan agar bisa mengoptimalkan potensi besar hasil laut tersebut.
"Jika hasil laut tersebut diolah menjadi berbagai macam produk seperti abon ikan, nuget ikan, bakso ikan dan olahan laut lain yang nilai jualnya bisa meningkat hingga berkali lipat," ujarnya.
Selain itu, kata dia, produk yang dihasilkan bisa dikemas dengan lebih baik dan menarik, hal ini penting untuk meningkatkan nilai jual dan juga bisa menjadi sarana yang baik untuk promosi daerah.
Dalam pelatihan itu, narasumber memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya kemasan dan label yang baik sebuah produk yang mencakup informasi seperti izin usaha, nama produk, komposisi, berat bersih, tanggal produksi/kedaluwarsa, hingga nama dan alamat produsen, serta legalitas BPOM/halal.
"Label dan kemasan bukan sekadar hiasan, tapi jaminan mutu dan kepercayaan konsumen terhadap produk yang akan dipasarkan," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.