pickleballvnz.com

Bangka Barat lestarikan khitan massal Desa Ranggiasam - ANTARA News Bangka Belitung

Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membantu warga menggelar tradisi khitanan massal Desa Ranggiasam sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peles...

Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membantu warga menggelar tradisi khitanan massal Desa Ranggiasam sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian tradisi lokal.

"Rangkaian pesta adat khitanan Massal di Desa Ranggiasam, Jebus, yang digelar selama dua hari, mulai hari ini merupakan tradisi turun-temurun sebagai bentuk syukur warga atas berkah yang telah diberikan dalam setahun terakhir," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat Muhammad Ferhad Irvan di Mentok, Sabtu.

Rangkaian prosesi khitan massal diawali pada Sabtu dengan menggelar prosesi syukuran, dilanjutkan dengan doa bersama seluruh warga dan peserta khitan di Masjid Desa Ranggi Asam.

Kegiatan dilanjutkan dengan pawai atau arak-arakan keliling desa yang diikuti seluruh calon peserta khitan yang sudah berdandan lengkap menggunakan pakaian adat.

Setelh itu, seluruh peserta khitan mengikuti prosesi berendam di sungai desa setempat sebagai simbol membersihkan diri sebelum proses khitan yang akan berlangsung di hari berikutnya.

Pada malam harinya, panitia menyiapkan panggung hiburan dan pesta rakyat yang diikuti seluruh warga desa untuk menambah kemeriahan suasana.

Pada Minggu (12/7) dijadwalkan, pada pagi hari anak-anak peserta melaksanakan prosesi khitan.

"Kalau zaman dahulu, prosesi khitan masih menggunakan peralatan tradisional, namun saat ini sudah dilakukan modern dengan pola bius lokal," katanya.

Menurut dia, perubahan prosesi khitan yang dilakukan dengan cara modern tidak mengurangi nilai-nilai yang terkandung dalam rangkaian prosesi khitanan massal Desa Ranggiasam karena berbagai prosesi tradisi yang dahulu dilaksanakan masih dijaga dan dilaksanakan warga.

Di Kabupaten Bangka Barat terdapat beberapa desa yang memiliki tradisi khitanan atau sunatan massal, dan pemkab mendukung warga atau kelompok masyarakat agar terus melestarikan tradisi itu karena memiliki nilai-nilai kearifan lokal dan layak diwariskan ke generasi berikutnya.

Dari 66 desa/kelurahan yang ada di kabupaten tersebut, terdapat 10 desa yang masih memegang teguh tradisi sunatan massal salah satunya yang dilaksanakan warga Desa Ranggiasam, Kecamatan Jebus.

Selain menjaga nilai-nilai lokal dan ajaran agama, kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahim warga lokal dengan luar desa/daerah karena seluruh warga desa itu membuka rumah masing-masing untuk dikunjungi para tamu, layaknya silaturahim yang sering dijumpai saat lebaran.

"Acara ini merupakan momentum sakral penting bagi para peserta dan warga, kami berupaya agar warga tetap melaksanakan kegiatan rutin tahunan ini sebagai upaya pemajuan kebudayaan daerah," katanya.

Tradisi khitanan massal Desa Ranggiasam merupakan salah satu objek pemajuan kebudayaan daerah, dan tradisi ini juga bisa ditemukan di beberapa desa lainnya, seperti Desa Rukam, Mislak, Ketap, Mayang, Pangek, Peradong, Simpangtiga, Kecung, Semulut dan di Desa Kapit.

Ihwal adat istiadat, di Bangka Barat terdapat banyak macam tradisi yang masih dilakukan secara turun temurun karena penduduk, baik dari warga Suku Melayu maupun Suku Hakka Bangka yang tinggal di daerah itu.

Berdasarkan data hasil pemutakhiran objek pemajuan kebudayaan tahun 2025, di Bangka Barat terdapat puluhan adat tradisi atau kebiasaan turun temurun yang masih berkembang di tengah masyarakat, antara lain tradisi rodat iringan pengantin, nganggung, doa arwah, cukuran massal, puting-puting, sedekah kampung, nyempiang kubur, lepas malem, belangier, ngulang runut, mandi nispu, tujuh likur, dan lainnya,

Berbagai upaya yang telah dilakukan untuk pelestarian berbagai objek pemajuan kebudayaan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan budaya yang pada akhirnya diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat.

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.