pickleballvnz.com

Bambang Patijaya sosialisasikan pengelolaan sampah berbasis 3R di Namang - ANTARA News Bangka Belitung

Bangka Tengah (ANTARA) - Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menyosialisasikan pengelolaan sampah berbasis konsep 3R (reduce, reuse, recycle) kepada masyarakat Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulau...

Bangka Tengah (ANTARA) - Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menyosialisasikan pengelolaan sampah berbasis konsep 3R (reduce, reuse, recycle) kepada masyarakat Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung.

"Sosialisasi yang kita lakukan di Desa Namang adalah terkait penanganan persampahan, kerja sama Komisi XII dengan Kementerian Lingkungan Hidup," kata Bambang Patijaya di Bangka Tengah, Rabu.

Ia mengatakan sosialisasi tersebut merupakan program kemitraan Komisi XII DPR RI dengan Kementerian Lingkungan Hidup yang dilaksanakan saat dirinya melakukan kegiatan reses di daerah pemilihan Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan itu diikuti para penggiat lingkungan hidup, sejumlah komunitas, dan masyarakat Desa Namang untuk mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan sampah.

Bambang menjelaskan penanganan sampah tidak terlepas dari konsep 3R, yakni mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), dan mendaur ulang (recycle) sampah yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

"Reduce itu bagaimana kita mengurangi sampah dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Kemudian reuse bagaimana sampah bisa dimanfaatkan kembali atau tidak langsung dibuang, sedangkan recycle bagaimana sampah seperti plastik dan botol bisa didaur ulang," ujarnya.

Menurut dia, penerapan konsep 3R dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengendalikan sampah sekaligus memberikan manfaat terhadap lingkungan dan perekonomian.

"Sehingga dengan demikian, sampah dapat lebih terkendali dan berdaya manfaat dari sisi lingkungan dan secara ekonomi," katanya.

Plt Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup Laksmi Widjayanti mengatakan pengendalian sampah harus dimulai dari rumah melalui pemilahan.

"Warga bisa memilah mana sampah kering dan basah, organik dan bukan organik yang kemudian bisa dijual dan didaur ulang sehingga bernilai ekonomis," ujarnya.

Ia mengatakan sampah pada prinsipnya tidak hanya untuk dibuang, tetapi harus dikelola sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dari sisi ekonomi.

Menurut dia, peningkatan kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam penanganan persampahan karena pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan cara sederhana dan dimulai dari lingkungan rumah tangga.

"Dalam penanganan persampahan ini sebenarnya yang terpenting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dan dengan cara serta pola yang sederhana mereka bisa menjadikan sampah bernilai manfaat," katanya.

Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.