pickleballvnz.com

Balai Benih Sorong berkontribusi tingkatkan PAD - ANTARA News Papua Tengah

Aimas (ANTARA) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Benih Ikan milik Dinas Perikanan Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, tidak hanya memenuhi kebutuhan benih ikan bagi pembudidaya, tetapi juga berkontribusi terh...

Aimas (ANTARA) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Benih Ikan milik Dinas Perikanan Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, tidak hanya memenuhi kebutuhan benih ikan bagi pembudidaya, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penjualan benih unggul bersertifikat.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sorong, Marthen Kaiway di Aimas, Sabtu, mengatakan balai benih tersebut memproduksi benih ikan unggul untuk mendukung pengembangan budidaya ikan air tawar di daerah sekaligus menjadi salah satu sumber penerimaan daerah.

"Selain menyalurkan bantuan benih kepada kelompok penerima program, kami juga menjual benih kepada masyarakat dengan harga terjangkau sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha budidaya," katanya.

Ia menjelaskan benih ikan berukuran dua hingga tiga sentimeter dijual seharga Rp500 per ekor.

Harga tersebut, kata dia, lebih rendah dibandingkan benih dari luar daerah yang mencapai Rp1.000 hingga Rp1.200 per ekor karena fasilitas produksi dimiliki pemerintah dan bertujuan membantu masyarakat memperoleh benih berkualitas dengan biaya lebih murah.

Menurut dia, hasil penjualan benih menjadi salah satu sumber PAD Kabupaten Sorong dengan target penerimaan sekitar Rp56 juta setiap tahun.

Pendapatan tersebut selanjutnya digunakan kembali untuk mendukung operasional UPT Balai Benih Ikan, seperti pengadaan pakan induk, pemeliharaan sarana produksi, hingga peningkatan kapasitas produksi benih.

"Keberadaan UPT Balai Benih Ikan memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan benih unggul bagi pembudidaya ikan air tawar di Kabupaten Sorong sehingga tidak bergantung pada pasokan dari luar daerah," jelasnya.

Komoditas yang dikembangkan di balai tersebut meliputi ikan nila, ikan lele, dan ikan mas yang memiliki permintaan pasar cukup tinggi serta sesuai dengan kondisi budidaya di Kabupaten Sorong.

Namun demikian, ia mengakui pengembangan budidaya ikan air tawar masih menghadapi tantangan, terutama tingginya harga pakan akibat pasokan yang masih bergantung dari Pulau Jawa.

Proses pemesanan hingga pengiriman pakan ke Papua, kata dia, dapat memakan waktu hampir dua bulan sehingga berdampak terhadap biaya produksi dan pertumbuhan ikan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sorong telah mengusulkan pembangunan pabrik pakan ikan kepada pemerintah pusat guna memperpendek rantai distribusi, menekan biaya produksi, serta meningkatkan produktivitas pembudidaya.

"Sambil menunggu realisasi pembangunan pabrik pakan, kami juga mendorong pembudidaya memanfaatkan pakan alternatif seperti azolla. Namun, pakan alternatif belum sepenuhnya mampu menggantikan pakan pabrikan karena pertumbuhan ikan menjadi lebih lambat," ujarnya.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan industri pakan ikan di Papua dapat memperkuat sektor budidaya ikan air tawar di Kabupaten Sorong, meningkatkan kesejahteraan pembudidaya, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.