Bahlil Pastikan Stok BBM dan Energi Terjaga Meski Konflik Timur Tengah Masih Memanas
Bisnis Selasa, 28 Juli 2026 - 17:32 WIB Jakarta, VIVA – Pemerintah memast...
Selasa, 28 Juli 2026 - 17:32 WIB
Jakarta, VIVA – Pemerintah memastikan gejolak geopolitik di Timur Tengah belum mengganggu ketahanan energi nasional, di tengah fluktuasi harga minyak dunia akibat konflik yang belum mereda, stok bahan bakar minyak (BBM), minyak mentah (crude), hingga LPG nasional dipastikan berada di atas batas minimum dan pasokan tetap terjaga.
Baca Juga
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kondisi tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 28 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kami juga melaporkan tentang geopolitik peperangan yang ada di Timur Tengah yang belum selesai tapi kami menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita dan crude insyaallah di atas standar minimum nasional termasuk kondisi LPG,” jelasnya.
Baca Juga
Meski harga energi global masih bergerak fluktuatif mengikuti perkembangan situasi internasional, Bahlil menegaskan pemerintah tidak mengubah kebijakan harga energi bersubsidi. Menurutnya, harga BBM subsidi maupun LPG subsidi tetap dipertahankan sesuai keputusan pemerintah.
“Namun harganya masih naik turun-naik turun, di harga global juga demikian tapi kami dapat memastikan bahwa untuk harga BBM subsidi tidak ada kenaikan sesuai dengan apa yang sudah diputuskan seperti sekarang,” tutur dia.
Baca Juga
“Jadi tidak ada kenaikan untuk BBM subsidi termasuk dalamnya adalah LPG subsidi,” lanjutnya.
Selain memastikan stabilitas pasokan dan harga, pemerintah juga terus memperkuat cadangan energi nasional melalui impor minyak dari Rusia. Bahlil menegaskan skema impor tersebut dilakukan langsung oleh pemerintah Indonesia melalui mekanisme kerja sama antarpemerintah (government to government/G2G).
“Kan sudah saya jelaskan bahwa tahap pertama sudah terealisasi yang melakukan impor itu adalah pemerintah Indonesia. Saya ulangi, yang melakukan impor BBM Rusia itu adalah pemerintah Indonesia, G2G,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menjelaskan, pelaksanaan impor tersebut ditugaskan kepada Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian ESDM. Langkah ini akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional.
“Dan kami dari pemerintah menugaskan Lemigas sebagai BLU dari ESDM yang melakukannya. Dan ini akan terus menerus karena apa? Tujuannya adalah untuk menjaga cadangan kita, jangan sampai terjadi kekurangan dan sekaligus memastikan bahwa energi dalam negeri kita bisa tersedia,” tandas dia.
Halaman Selanjutnya
tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar