Bahlil mengungkap adanya usaha tambang di perkebunan sawit
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengungkap adanya dugaan kegiatan usaha pertambangan di perkebunan kelapa sawit yang kini tengah ANTARA News sumbar 21 ...
Bahlil mengungkap adanya usaha tambang di perkebunan sawit
Senin, 26 Oktober 2026 16:51 WIB
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada media di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026). Bahlil menyampaikan bahwa stok Pertalite berkurang dari sebelumnya di atas 20 hari menjadi 16â18 hari akibat peralihan konsumen dari bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ke BBM subsidi dan diperkirakan akan pulih dalam sepekan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/kye
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengungkap adanya dugaan kegiatan usaha pertambangan di perkebunan kelapa sawit yang kini tengah didalami melalui monitoring dan pemeriksaan bersama tim Penegakan Hukum (Gakkum).
Bahlil mengatakan pihaknya telah menggelar rapat bersama tim Gakkum dan tim internal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menindaklanjuti dugaan tersebut.
"Kami juga telah melakukan rapat dengan tim Gakkum dan tim internal di ESDM untuk akan melakukan monitoring pemeriksaan terhadap kebun-kebun yang juga melakukan usaha pertambangan, yang ditengarai itu dilakukan oleh beberapa perusahaan asing," kata Bahlil, di Jakarta, Senin.
Ia menegaskan, perusahaan yang hanya mengantongi izin usaha perkebunan kelapa sawit tidak diperbolehkan menjalankan kegiatan usaha lain di luar perizinan tersebut.
Menurut Bahlil, berdasarkan laporan yang diterima, terdapat sejumlah perusahaan yang tengah didalami karena berpotensi melakukan kegiatan usaha di luar izin yang telah diterbitkan.
"Dan ingat, sebagai mantan Menteri Investasi, kalau izin itu hanya dikeluarkan untuk usaha sawit, enggak boleh melakukan usaha lain, pendapatan lain gitu. Dan saya sudah mendapat laporan dari Dirjen Gakkum, ada beberapa perusahaan yang sedang dilakukan pendalaman, dan berpotensi melakukan kegiatan lain selain daripada izin yang dikeluarkan," ujarnya pula.