pickleballvnz.com

Awak antariksa China rampungkan studi misi jangka panjang luar angkasa

Beijing (ANTARA) - Para awak stasiun antariksa Shenzhou-23 China telah merampungkan penilaian pengambilan keputusan dalam situasi darurat serta pengujian kondisi emosional, sebagai bagian dari upaya yang lebih ...

Beijing (ANTARA) - Para awak stasiun antariksa Shenzhou-23 China telah merampungkan penilaian pengambilan keputusan dalam situasi darurat serta pengujian kondisi emosional, sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempelajari bagaimana penerbangan antariksa jangka panjang memengaruhi perilaku, demikian dikatakan Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA) pada Senin (20/7).

Tiga awak tersebut, termasuk seorang anggota perempuan dari Daerah Administratif Khusus Hong Kong, telah berada di stasiun antariksa Tiangong selama hampir dua bulan.

Salah satu dari mereka akan tinggal di orbit selama satu tahun untuk menjalankan program penelitian manusia di lingkungan antariksa pertama China serta mengumpulkan data mengenai penerbangan antariksa jangka panjang para astronaut.

Dalam sebuah video mingguan baru-baru ini yang dirilis oleh CMSA pada Minggu (19/7), para awak terlihat mengenakan sensor dan headset realitas virtual (virtual reality/VR) untuk memantau gelombang otak.

Pengujian tersebut merupakan bagian dari 100 lebih proyek sains dan aplikasi yang sedang berlangsung di stasiun itu.

Selain kedokteran antariksa, para awak juga telah memasang perangkat penelitian paparan radiasi biologis dan kamera eksternal di salah satu modul laboratorium stasiun antariksa, dan melakukan pengujian terhadap instrumen pengukuran yang dibawa sebagai muatan misi.

Menurut badan tersebut, sebuah baterai penyimpan energi jenis baru akan diuji di orbit, dan hasilnya diharapkan dapat mendukung pemutakhiran stasiun antariksa di masa depan.

China meluncurkan wahana antariksa berawak Shenzhou-23 pada 24 Mei. Salah satu sorotan dari misi ini adalah rencana masa tinggal satu tahun di orbit bagi salah satu awaknya. Sebelumnya, misi berawak ke Tiangong berlangsung sekitar enam bulan.

Seiring China terus mengejar ambisinya dalam eksplorasi antariksa dalam (deep-space), misi berdurasi panjang diperkirakan akan semakin sering dilakukan, sehingga semakin menuntut ketahanan fisik dan mental para astronautnya.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.