Asian Diet Lagi Populer, Ini 5 Fakta dan Manfaatnya buat Tubuh
Jakarta - Belakangan ini Asian Diet semakin banyak dibicarakan karena dianggap sebagai pola makan yang lebih seimbang. Namun apa sebenarnya Asian Diet dan manfaatnya? Berikut penjelasannya.Berbeda dengan die...
Jakarta -
Belakangan ini Asian Diet semakin banyak dibicarakan karena dianggap sebagai pola makan yang lebih seimbang. Namun apa sebenarnya Asian Diet dan manfaatnya? Berikut penjelasannya.
Berbeda dengan diet populer lainnya yang berfokus pada pembatasan kalori atau kelompok makanan tertentu, Asian Diet lebih menekankan konsumsi bahan makanan segar, sayuran, buah, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, serta protein dari ikan dan kedelai.
Menurut profesor nutrisi klinis dari University of California, Los Angeles (UCLA), Zhaoping Li, tidak ada satu pola Asian Diet yang benar-benar sama karena setiap negara di Asia memiliki tradisi kuliner yang berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski demikian, pola makan orang-orang di berbagai wilayah Asia memiliki banyak kesamaan," jelas Li. Kesamaan inilah yang diyakini memberi banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Dilansir dari Everyday Health (25/07/2026), berikut penjelasan dan manfaat Asian Diet untuk kesehatan.
1. Apa Itu Asian Diet?
Ilustrasi Asian Diet. Foto: Getty Images/miya227
Asian Diet bukan sekadar menyantap makanan khas Asia, melainkan pola makan yang mengutamakan bahan makanan alami.
Berdasarkan Asian Diet Pyramid yang dikembangkan peneliti dari Cornell University dan Harvard University untuk Oldways, kelompok makanan yang dianjurkan dikonsumsi setiap hari meliputi sayuran hijau, buah, kacang-kacangan, polong-polongan, produk kedelai, biji-bijian utuh, rempah, dan bumbu alami.
Ikan atau makanan laut dianjurkan sekitar dua kali seminggu, sedangkan telur, unggas, produk susu, dan minyak sehat dikonsumsi dalam jumlah sedang.
Minuman yang disarankan adalah teh hijau atau teh hitam tanpa gula, sementara minuman manis dan soda sebaiknya dibatasi.
"Asian Diet berbeda karena tidak terlalu menitikberatkan ukuran porsi, tetapi lebih pada seberapa sering kelompok makanan tertentu dikonsumsi." jelas ahli gizi Alexis Supan.
2. Kaya Antioksidan yang Membantu Melindungi Tubuh
Sayuran segar di Asian Diet. Foto: Getty Images/Thai Liang Lim
Salah satu keunggulan Asian Diet adalah kandungan antioksidannya yang tinggi. Menurut Zhaoping Li, pola makan ini memberikan lebih banyak nutrisi dibanding yang terlihat pada label gizi makanan.
Antioksidan berfungsi melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang berkaitan dengan penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan kanker. Sayuran serta buah berwarna cerah menjadi sumber antioksidan penting. Misalnya tomat yang kaya likopen, senyawa dengan sifat antiinflamasi.
Selain itu, teh hijau maupun teh hitam tanpa gula juga menjadi bagian penting Asian Diet. Alexis Supan mengatakan, semua jenis teh mengandung antioksidan dalam jumlah yang cukup tinggi, sehingga berpotensi membantu menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
3. Berpotensi Membantu Mengontrol Diabetes Tipe 2
Ilustrasi diabetes Foto: Getty Images/ratmaner
Penelitian menunjukkan pola makan tradisional Asia dapat membantu menurunkan resistensi insulin, salah satu faktor utama penyebab diabetes tipe 2.
Manfaat tersebut berasal dari tingginya konsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, serta lemak sehat yang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Sebaliknya, makanan manis dan ultra processed food (UPF) dibatasi karena dapat memicu lonjakan gula darah. Namun, American Heart Association mengingatkan beberapa kebiasaan makan di Asia, seperti konsumsi nasi putih, sodium, dan minyak tinggi lemak jenuh secara berlebihan, tetap perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko diabetes.
Karena itu, penerapan Asian Diet sebaiknya tetap dilakukan secara seimbang agar manfaat kesehatannya lebih optimal.
4. Baik untuk Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah
Asian Diet. Foto: Getty Images/AsiaVision
Berbagai penelitian juga mengaitkan Asian Diet, terutama pola makan masyarakat Jepang, dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
Hal ini didukung oleh konsumsi sayuran, ikan, biji-bijian utuh, teh, serta produk kedelai seperti tahu dan natto yang menjadi bagian penting dalam menu sehari-hari.
Menurut Li, ikan merupakan sumber asam lemak omega-3 yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, gagal jantung, hingga stroke.
Sementara itu, teh mengandung flavonol, salah satu jenis polifenol yang diketahui berpotensi membantu menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol.
Kombinasi berbagai makanan tersebut diyakini menjadi salah satu faktor yang mendukung tingginya angka harapan hidup orang Jepang.
5. Menyehatkan Usus Sekaligus Jaga Berat Badan
Ilustrasi timbangan berat badan Foto: Getty Images/bymuratdeniz
Asian Diet juga identik dengan konsumsi makanan fermentasi, seperti tempe, miso, dan kimchi. Menurut Li, makanan tersebut merupakan sumber probiotik yang membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan.
Probiotik berperan mendukung sistem imun, mengendalikan peradangan, hingga membantu mengatasi beberapa gangguan pencernaan.
Selain itu, penelitian juga mengaitkan pola makan masyarakat Jepang dengan tingkat obesitas yang lebih rendah. Salah satu kebiasaan yang dikenal adalah hara hachi bu, yaitu berhenti makan ketika merasa sekitar 80% kenyang.
Meski demikian, Supan mengingatkan bahwa Asian Diet bukanlah diet instan.
"Jika hanya ingin menurunkan berat badan beberapa kilogram, beralih ke Asian Diet saja belum tentu cukup. Tetap perlu memperhatikan pola makan secara keseluruhan," ujarnya.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Video: Ternyata Bawang Bombay Bagus Lho untuk MPASI!"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/adr)