ASDP Naikkan Kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk Jadi 50 Ton
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menyampaikan bahwa penguatan infrastruktur menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan layanan penyeberangan dapat terus berkembang sejalan dengan kebutuhan transporta...
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menyampaikan bahwa penguatan infrastruktur menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan layanan penyeberangan dapat terus berkembang sejalan dengan kebutuhan transportasi dan logistik antarpulau.
Baca Juga: ASDP Kebut Pengembangan Long Distance Ferry Jawa–NTT untuk Perkuat Logistik
“Peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk dari 30 ton menjadi 50 ton merupakan bagian dari investasi jangka panjang ASDP dalam memperkuat keandalan layanan Jawa–Bali,” kata Heru, Selasa (1/9/2026).
Penguatan Dermaga 2 Gilimanuk dilakukan secara terintegrasi dengan pengembangan Dermaga Ponton Ketapang, Banyuwangi, yang tengah ditingkatkan menjadi Moveable Bridge (MB) permanen berkapasitas 50 ton.
Kesetaraan kapasitas di kedua sisi diharapkan dapat memberikan alternatif operasional yang lebih luas sekaligus mendukung pengaturan arus kendaraan secara lebih efektif antara Jawa dan Bali.
Pengembangan tersebut juga menjadi bagian dari upaya ASDP meningkatkan resilience atau ketahanan operasional lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Dengan bertambahnya infrastruktur yang mampu melayani kendaraan berkapasitas besar, ketergantungan terhadap titik layanan tertentu dapat dikurangi sehingga pengaturan kapal dan kendaraan dapat dilakukan dengan lebih fleksibel sesuai kondisi operasional dan trafik.
Saat ini, pelayanan kendaraan logistik berkapasitas besar antara lain didukung melalui Dermaga MB 4 dan LCM. Ke depan, peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk dan pengembangan MB permanen di Ketapang akan memperluas pilihan operasional, terutama dalam menghadapi peningkatan trafik maupun periode puncak mobilitas.
Untuk mendukung proses penguatan infrastruktur tersebut, pekerjaan peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk telah berlangsung sejak 21 Agustus 2026.
Selama pekerjaan berlangsung, ASDP bersama regulator dan seluruh stakeholder terkait melakukan penyesuaian pola operasi untuk menjaga kesinambungan pelayanan penyeberangan.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menjelaskan bahwa pengaturan operasional dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi trafik, kesiapan dermaga dan kapal, serta kondisi cuaca dan perairan. Saat ini sebanyak 26 kapal mendukung pelayanan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk.
“Kami terus berkoordinasi dengan regulator, kepolisian, dan stakeholder terkait untuk mengoptimalkan pola operasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Pengaturan trafik juga dilakukan pada area pelabuhan dan akses menuju pelabuhan, termasuk pemanfaatan area Bulusan sebagai buffer zone apabila diperlukan,” ujar Media.
Baca Juga: ASDP Kembali Operasikan Penyeberangan Perintis di NTT
Dalam beberapa hari terakhir, trafik kendaraan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk menunjukkan pola yang dinamis. Selain volume kendaraan yang bergerak secara fluktuatif, kondisi arus laut juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses sandar kapal serta bongkar-muat kendaraan.
Penyesuaian operasional dilakukan dengan tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. ASDP bersama regulator dan kepolisian terus melakukan pengaturan dan pemantauan trafik, optimalisasi pola operasi kapal, serta pemanfaatan buffer zone untuk membantu menjaga kelancaran arus kendaraan.