pickleballvnz.com

Arab Saudi Raja Pariwisata Dunia, Indonesia Masih Menyedihkan

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 27 July 2026 11:30 Jakarta, CNBC Indonesia- Peta pariwisata global menga...

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia

27 July 2026 11:30

Jakarta, CNBC Indonesia- Peta pariwisata global mengalami perubahan besar setelah pandemi Covid-19.

Negara-negara yang selama ini bukan tujuan wisata utama justru mencatat lonjakan kunjungan wisatawan internasional paling tinggi dibandingkan sebelum pandemi. Arab Saudi menjadi pemenang terbesar, sementara sejumlah destinasi populer seperti Amerika Serikat, Italia, hingga Indonesia masih belum sepenuhnya pulih.

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) membandingkan jumlah kedatangan wisatawan internasional pada 2025 dengan kondisi 2019, sebelum pandemi melumpuhkan industri perjalanan dunia.

Arab Saudi berada di posisi teratas dengan kenaikan 67%. Lonjakan tersebut terjadi setelah pemerintah menggelontorkan investasi besar untuk mengembangkan sektor pariwisata melalui proyek-proyek seperti NEOM, Red Sea Project, hingga perluasan kebijakan visa bagi wisatawan asing.

Afrika Utara ikut menikmati arus wisatawan yang terus meningkat. Maroko mencatat kenaikan 53%, sedangkan Mesir naik 47%. Kedua negara mendapat dorongan dari pemulihan penerbangan internasional, promosi wisata yang agresif, serta meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi budaya dan sejarah.

Amerika Selatan juga memperlihatkan tren serupa. Brasil membukukan kenaikan wisatawan sebesar 46%, disusul Kolombia 45%. Pertumbuhan tersebut terjadi seiring membaiknya konektivitas penerbangan regional dan meningkatnya popularitas destinasi wisata alam.

Jepang menjadi satu-satunya negara Asia yang masuk dalam daftar 10 besar. Jumlah wisatawan internasional ke Negeri Sakura melonjak 34% dibandingkan 2019. Pelemahan yen dalam beberapa tahun terakhir membuat biaya perjalanan ke Jepang menjadi lebih murah bagi wisatawan mancanegara.

Eropa tetap mencatat pemulihan yang solid, meski lajunya lebih lambat dibanding Timur Tengah dan Afrika Utara. Norwegia menjadi negara Eropa dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 28%, diikuti Serbia 27% dan Denmark 22%.

Beberapa destinasi utama di kawasan tersebut juga berhasil melampaui tingkat kunjungan sebelum pandemi, termasuk Portugal, Spanyol, dan Prancis.

Namun, pemulihan belum terjadi secara merata. Jerman masih mencatat penurunan wisatawan sebesar 6% dibandingkan 2019, sementara Italia turun 5%.

Irlandia mengalami penurunan yang jauh lebih dalam, yakni 32%. Penurunan tersebut menjadi yang terbesar kedua di dunia setelah Israel.

Konflik geopolitik masih menjadi faktor utama yang menekan industri pariwisata di sejumlah negara. Israel mencatat penurunan wisatawan internasional hingga 71% di tengah perang di Gaza, menjadi kontraksi terdalam dalam data OECD.

Amerika Serikat juga masih berada di bawah level sebelum pandemi dengan penurunan 14%, sedangkan Kanada turun 11%.

Di kawasan Asia-Pasifik, proses pemulihan berlangsung lebih lambat dibanding wilayah lain. Thailand masih mencatat penurunan 17%, Selandia Baru turun 9%, Australia berkurang 6%, sedangkan Indonesia masih berada 4% di bawah tingkat kunjungan wisatawan internasional pada 2019. Salah satu penyebabnya adalah kebijakan penutupan perbatasan yang berlangsung lebih lama selama pandemi sehingga pemulihan berjalan lebih bertahap.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)

Add

as a preferred
source on Google