APA terbentuk di Busan dorong produksi bersama dan hak cipta kreator
Jakarta (ANTARA) - Lima organisasi produser film independen dari lima wilayah di Asia mendeklarasikan pembentukan Aliansi Produser Asia atau Asian Producers Alliance (APA) di ajang Asian Contents & Film Mar...
Jakarta (ANTARA) - Lima organisasi produser film independen dari lima wilayah di Asia mendeklarasikan pembentukan Aliansi Produser Asia atau Asian Producers Alliance (APA) di ajang Asian Contents & Film Market (ACFM) 2026 di Busan, Korea Selatan.
Deklarasi pembentukan APA tersebut disampaikan pada penutupan seminar bertajuk "Empowering Asian Cinema: Solidarity and Creative Alliance" yang diselenggarakan oleh Producers Guild of Korea (PGK) di ACFM Producers Hub, BEXCO, Busan.
Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa, aliansi tersebut dibentuk secara bersama-sama oleh PGK (Korea Selatan) dan Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), serta melibatkan tiga organisasi pendiri lainnya, yaitu Philippine Independent Producers Group (PIPG/Filipina), Hong Kong Movie Production Executives Association (HKMPEA/Hong Kong), dan Taiwan Producers Association (TPA/Taiwan).
Baca juga: Mira Lesmana jadi penasihat Asosiasi Produser Film Indonesia
Baca juga: Fauzan Zidni terpilih jadi Ketua Umum Asosiasi Produser Film Indonesia
APA merupakan aliansi produser film independen, yang difokuskan pada dua tujuan utama, yakni memajukan produksi bersama (co-production) lintas negara di Asia dan melindungi hak kekayaan intelektual (intellectual property) para kreator.
Presiden PGK Lee Dong-ha menyatakan bahwa produser film di Asia selama ini menghadapi tantangan industri secara terpisah di masing-masing pasar.
"Mulai hari ini, kita menghadapinya bersama. APA bukan sekadar deklarasi, melainkan praktik solidaritas yang dimulai sekarang," kata Lee Dong-ha.
Ketua APROFI Edwin Nazir menyampaikan bahwa pembentukan aliansi ini menjadi fondasi penting bagi para produser film di kawasan Asia untuk saling terhubung dan berkolaborasi.
"Lebih kuat bersama, jangkauan kita akan semakin luas," ujar Edwin Nazir.
Sebelum deklarasi dibacakan oleh perwakilan kelima organisasi pendiri, seminar yang dipandu oleh produser HAN Jin dari PGK menghadirkan panelis Yulia Evina Bhara (Indonesia, KawanKawan Media), RHEE Handae (Korea Selatan, CEO Sidus), dan Yamaguchi Shin (Jepang, Knockonwood).
Para panelis membahas dinamika industri film serta peluang produksi bersama di tengah perubahan ekosistem media yang dipengaruhi oleh tren platform streaming dan konten berdurasi pendek (short-form content).
Pendirian APA diratifikasi melalui persetujuan daring dari kelima organisasi, sebagai pengganti sidang umum pembentukan (founding general assembly).
Aliansi ini dirancang sebagai wadah konsultasi yang akan berkembang menjadi lembaga berbasis konsensus dengan struktur pengambilan keputusan formal. Pada tahun pertamanya, keanggotaan APA dibuka bagi organisasi produser di seluruh Asia dan tidak dibatasi hanya satu organisasi per wilayah.
Para anggota pendiri dijadwalkan menggelar pertemuan rutin secara daring setiap tiga bulan, sementara Sidang Umum (General Assembly) akan diselenggarakan setiap tahun bersamaan dengan penyelenggaraan ACFM di Busan.
Untuk periode kepengurusan pertama, Lee Dong-ha (Presiden PGK) dan Edwin Nazir (Ketua APROFI) terpilih sebagai Perwakilan Bersama (Co-Representatives) APA.
Sementara itu, posisi Sekretaris Jenderal Bersama (Co-Secretary Generals) ditugaskan kepada HAN Jin dari PGK dan Yulia Evina Bhara dari APROFI yang bertindak sebagai direktur sekretariat. Masa jabatan perwakilan dan sekretaris jenderal berlangsung selama satu tahun dan dipilih setiap tahun dalam Sidang Umum di ACFM.
Anggota pendiri dari PIPG Filipina, Bianca Balbuena, menambahkan bahwa kehadiran APA menghadirkan ruang aman bagi para produser di Asia untuk memupuk keharmonisan, kolaborasi, serta berbagi sumber daya, keahlian, dan visi bersama.
Hal senada disampaikan Ketua HKMPEA Hong Kong Johnny Wang dan Ketua TPA Taiwan Yating Chang yang menyambut positif terbentuknya aliansi ini guna membuka peluang sinergi baru melalui produksi bersama bertaraf internasional di kawasan Asia.
Baca juga: Wamenekraf: Kolaborasi Netflix-APROFI perkuat industri film Indonesia
Baca juga: Aprofi ajak pelaku industri film terapkan asuransi kesehatan untuk kru
Baca juga: Aprofi buat panduan pencegahan kekerasan seksual dalam produksi film
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.