Airlangga; Realisasi KUR hingga Agustus 2026 Capai Rp 234,17 Triliun
Bisnis Kamis, 24 September 2026 - 16:18 WIB Jakarta, VIVA – Menteri Koord...
Kamis, 24 September 2026 - 16:18 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, realisasi kredit usaha rakyat (KUR) sampai dengan akhir Agustus mencapai Rp 234,17 triliun atau sekitar 71 persen dari plafon.
Baca Juga
Dalam acara Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) di JICC Senayan, Jakarta, Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah ingin mendorong produktivitas melalui program tersebut, dimana total anggaran KUR pada tahun ini mendekati Rp 290 triliun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Ini (realisasi KUR) termasuk juga kredit usaha rakyat untuk nelayan dan petani, kredit alsintan, ditambah lagi arahan Bapak Presiden untuk mendorong industri padat karya dan juga kredit bagi perumahan yang jumlahnya dinaikkan menjadi Rp 50 triliun,” kata Airlangga, Kamis, 24 September 2026.
Baca Juga
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di acara ANTARA Business Forum (ABF) 2026
Photo :
- [Mohammad Yudha Prasetya]
Dia menambahkan, pemerintah juga mendorong program mandatori biodiesel B50, dengan realisasi pemanfaatan biodiesel mencapai 11,07 juta kiloliter (KL) hingga tengah September 2026.
Baca Juga
Selain itu, pemerintah memberikan sejumlah insentif untuk mendorong harga packaging, khususnya plastik dan produk turunannya, melalui pemberian insentif bea masuk 0 persen untuk LPG.
Untuk industri pesawat terbang, pemerintah juga memberikan bea masuk 0 persen untuk suku cadang pesawat, sehingga biaya maintenance, repair, and overhaul (MRO) maupun biaya transportasi relatif dapat ditekan.
Airlangga juga mengingatkan bahwa ke depan, inflasi perlu diantisipasi terutama akibat dampak El Nino, cuaca ekstrem, dan bencana alam. Hal tersebut dapat dilakukan melalui optimalisasi pengelolaan air dan irigasi, percepatan tanam dan pengaturan pola tanam, serta pemetaan wilayah dengan mengoptimalkan early warning system.
“Dan Bapak Presiden ingin menambahkan luasan daripada wilayah untuk pertanian serta pemanfaatan daripada beberapa lahan-lahan yang masih dapat digunakan. Tentu ini bisa kita dorong dengan penguatan koordinasi antara pusat dan daerah,” kata Airlangga.
Dia menyampaikan, sejauh ini ekonomi domestik relatif solid, sebagaimana tercermin dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,45 persen pada semester I-2026 dan inflasi 3,19 pada Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, menjaga kebijakan fiskal moneter dan sektor riil, ini harus terus disinergikan terutama juga untuk mendorong ekspor daripada sektor riil,” kata Airlangga.
Dia menambahkan, berbagai langkah juga telah dilakukan pemerintah, salah satunya adalah penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) tahap ketiga dengan dana yang disediakan sebesar Rp 20,44 triliun bagi 27,13 juta keluarga penerima manfaat.
Halaman Selanjutnya
"Kemudian bantuan beras dilanjutkan untuk periode Oktober hingga Desember 2026, sebesar 10 kilogram per bulan bagi 33,2 juta penerima. Sementara itu, realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai 817 ribu ton hingga 20 September 2026," ujarnya. (Ant).