AAJI dukung generasi muda bangun aset dan melek finansial sejak dini - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong generasi muda meningkatkan literasi dan inklusi keuangan dengan mulai membangun aset serta menyiapkan perlindungan finansial sej...
Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong generasi muda meningkatkan literasi dan inklusi keuangan dengan mulai membangun aset serta menyiapkan perlindungan finansial sejak bangku kuliah.
Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI Wianto Chen mengatakan kemudahan transaksi melalui pembayaran digital dan paylater perlu diimbangi pemahaman finansial yang memadai.
“Generasi muda tidak hanya perlu memiliki akses, tetapi juga pemahaman yang baik dalam mengelola keuangan,” katanya dalam Smart Financial Day di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, Jumat.
Kegiatan bertema Preparing Long-term Assets Now! tersebut menjadi bagian rangkaian Top Agent & Distribution Excellence Awards (TADEA) 2026 sekaligus mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan. Program ini menyasar mahasiswa agar memiliki pemahaman finansial sebelum memasuki dunia kerja dan menghadapi tanggung jawab ekonomi.
Menurut dia, mempersiapkan masa depan finansial tidak harus menunggu lulus, memperoleh pekerjaan, atau memiliki penghasilan besar namun justru kebiasaan dan keputusan keuangan harus dibangun sejak dini sehingga menjadi fondasi penting untuk menghadapi kebutuhan di masa depan.
AAJI memperkenalkan tiga langkah utama meliputi Hasilkan dan Kelola, Tumbuhkan, serta Lindungi yaitu generasi muda didorong meningkatkan kompetensi dan jejaring untuk menghasilkan pendapatan, mengelola keuangan secara bijak, membangun aset secara konsisten, serta memahami pentingnya perlindungan terhadap risiko.
Wianto berharap edukasi tersebut tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi mendorong lahirnya kebiasaan finansial sehat yang dapat memperkuat ketahanan ekonomi antargenerasi.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara TADEA AAJI Antonius Probosanjoyo menekankan kesadaran mengatur keuangan harus dibangun sejak dini lantaran industri finansial nasional masih menyimpan banyak masalah.
Hal itu, kata Antonius, salah satunya terlihat dari adanya kesenjangan antara indeks inklusi keuangan yang mencapai angka 93,61 persen dengan literasi yang masih di angka 69,57 persen.
Ia menuturkan kesenjangan tersebut menunjukkan masyarakat yang sudah memiliki instrumen finansial pun sering kali tak paham yang mereka miliki sehingga tidak bisa memaksimalkan peluang-peluang aset yang sebenarnya dapat menjadi sebuah investasi bagi masa depan.
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.