pickleballvnz.com

7 Bahasa Tubuh yang Menunjukkan Seseorang Sedang Menyimpan Banyak Stres

 Lifestyle Senin, 19 Oktober 2026 - 19:00 WIB Jakarta, VIVA – Stres tidak ...

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Jakarta, VIVA – Stres tidak selalu terlihat dari kata-kata atau ekspresi wajah. Dalam banyak situasi, tekanan emosional justru dapat tercermin melalui gerakan tubuh yang dilakukan tanpa disadari. Mulai dari terus menggerakkan tangan hingga membungkukkan punggung, kebiasaan tersebut bisa menjadi petunjuk bahwa seseorang sedang mengalami ketegangan.

Baca Juga

Meski berusaha menyembunyikan atau menekan perasaan, stres tidak serta-merta menghilang. Tekanan yang menumpuk dapat memengaruhi perilaku dan cara seseorang berinteraksi dengan orang lain. Melansir dari YourTango, berikut tujuh bahasa tubuh yang mungkin muncul ketika seseorang sedang menanggung banyak stres.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Terus Gelisah dan Menggerakkan Tubuh

Baca Juga

Orang yang sedang cemas atau tegang terkadang sulit duduk diam. Mereka mungkin mengetuk-ngetukkan pulpen, menggoyangkan kaki, atau berulang kali mengubah posisi duduk.

Gerakan tersebut bisa menjadi cara tubuh melepaskan energi yang menumpuk akibat kecemasan. Ketika pikiran dipenuhi berbagai kekhawatiran, seseorang mungkin melakukan gerakan berulang tanpa menyadarinya.

Baca Juga

Namun, kebiasaan gelisah tidak selalu menandakan stres. Faktor lain, seperti kebiasaan pribadi atau rasa bosan, juga dapat memicunya.

2. Mengatupkan Rahang dengan Kuat

Rahang yang terus mengatup atau mengencang bisa menjadi salah satu tanda ketegangan fisik. Saat mengalami stres berkepanjangan, tubuh mengaktifkan sistem saraf simpatik dan melibatkan respons hormonal, termasuk pelepasan kortisol.

Sebagian orang merespons tekanan dengan mengencangkan otot rahang, bahkan tanpa menyadarinya. Selain gerakan tersebut, perubahan suasana hati dan sikap yang lebih mudah tersinggung juga bisa menyertai kondisi stres.

3. Menghindari Kontak Mata

Kesulitan mempertahankan kontak mata terkadang berkaitan dengan kecemasan atau tekanan emosional. Sebuah penelitian pada 2021 menunjukkan bahwa pola kontak mata dapat berubah sesuai jenis stres dan kecemasan yang dialami seseorang.

Ketika merasa tertekan, sebagian orang lebih memilih mengalihkan pandangan atau kesulitan berkonsentrasi saat berbicara. Kondisi ini bisa semakin terasa pada orang yang memang cenderung mengalami kecemasan sosial.

Meski demikian, menghindari tatapan mata bukan bukti pasti bahwa seseorang sedang stres karena kebiasaan tersebut juga dipengaruhi karakter dan situasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4. Sering Menyentuh Wajah

Menyentuh hidung, dagu, pipi, atau memainkan kacamata berulang kali bisa menjadi respons ketika seseorang merasa tidak nyaman.

Halaman Selanjutnya

Penelitian dari University of Houston menunjukkan bahwa perilaku menyentuh wajah dapat menjadi petunjuk ketegangan, terutama saat seseorang menghadapi tugas yang sulit. Gerakan tersebut terkadang muncul ketika seseorang merasa kewalahan atau sedang berusaha berkonsentrasi.