pickleballvnz.com

5 Bahaya Hipertensi Tidak Terkontrol, Hati-hati Bisa Fatal

CNN Indonesia Selasa, 14 Jul 2026 12:15 WIB Ilustrasi. Penderita hipertensi wajib ketahui bahaya hiperten...

CNN Indonesia

Selasa, 14 Jul 2026 12:15 WIB

Bahaya hipertensi tidak terkontrol
Ilustrasi. Penderita hipertensi wajib ketahui bahaya hipertensi tidak terkontrol. (Nindya Putri Hermansyah)

Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Tekanan darah tinggi atau hipertensi bukan masalah sepele. Penderita hipertensi perlu sadar jika mereka abai maka ada sederet ancaman kesehatan mengintai. Berikut bahaya hipertensi yang tidak terkontrol.

Hipertensi berarti kondisi kekuatan aliran darah melebihi batas normal yakni di atas 140/90 mmHg. Penyebab hipertensi bisa beragam mulai dari faktor genetik, gaya hidup, gangguan hormon, gangguan ginjal, hingga efek samping obat-obatan tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena sering tidak menunjukkan gejala, hipertensi kerap disebut silent killer. Pun kebanyakan penderita hipertensi tidak sadar memiliki kondisi ini.

Bahaya hipertensi yang tidak terkontrol

Jika Anda terdiagnosis hipertensi maka tekanan darah harus terkontrol. Dokter biasanya memberikan resep obat yang perlu diminum rutin, kemudian perlu cek tekanan darah secara teratur. 

Hipertensi memang tidak bisa sembuh tetapi bisa dikontrol. Bagaimana jika tekanan darah tidak terkontrol? Berikut beberapa bahayanya.

1. Gagal jantung

Bahaya hipertensi tak terkontrol yang pertama adalah gagal jantung. Pada orang yang memiliki hipertensi, jantung akan dipaksa untuk memompa darah dengan lebih keras dan melebihi kapasitasnya.

Lambat laun hal ini akan membuat otot dan dinding jantung akan mengalami penebalan. Jika sudah demikian, maka jantung akan mengalami kesulitan untuk dapat memompa darah dengan cukup untuk diedarkan ke seluruh tubuh dan inilah yang disebut dengan gagal jantung.

2. Masalah ginjal

Hipertensi yang dibiarkan tanpa penanganan yang benar dapat meningkatkan resiko terjadinya gagal ginjal. Tekanan darah yang tidak terkontrol membuat pembuluh darah mengalami penyempitan. Jika dibiarkan, maka hal ini akan membuat pembuluh darah yang terdapat pada ginjal menjadi rusak.

Perlahan-lahan kemampuan ginjal untuk dapat menyaring darah dari zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh semakin melemah.

3. Stroke

Hipertensi menjadi salah satu penyebab stroke yang paling umum dijumpai. Seperti yang diketahui, stroke merupakan sebuah kondisi dimana pembuluh darah yang terdapat di otak pecah yang disebabkan oleh tekanan darah yang terlalu tinggi.

Terdapat beberapa tanda-tanda yang harus diketahui oleh penderita hipertensi sebelum terjadinya stroke. Tanda tersebut adalah kelumpuhan pada bagian tubuh tertentu, mati rasa, dan juga kesulitan bicara.

4. Aneurisma otak

Hipertensi yang tidak segera ditangani juga dapat menyebabkan terjadinya aneurisma otak. Aneurisma otak adalah sebuah kondisi dimana terjadi penggelembungan pada pembuluh darah otak yang disebabkan oleh melemahnya dinding pembuluh darah. Pada saat tekanan darah terlalu tinggi, maka dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah arteri yang dapat beresiko fatal bagi penderitanya.

5. Masalah pada mata

Bahaya hipertensi tidak terkontrol yang terakhir adalah resiko terjadinya kerusakan pada organ mata atau yang disebut dengan retinopati hipertensi. Pada saat terjadi hipertensi, maka pembuluh darah yang menuju ke arah retina mata akan mengalami penyempitan.

Jika hal ini dibiarkan terus menerus, maka akan menyebabkan terjadinya pembengkakan pada retina mata dan juga penekanan saraf optik. Dampaknya sel-sel saraf yang terdapat pada mata akan mengalami kelumpuhan yang dapat menyebabkan kebutaan.

Mengingat besarnya potensi komplikasi kesehatan yang dapat dialami oleh penderita hipertensi ini, maka sangat penting untuk mengontrol tekanan darah secara teratur. Pada saat mendapati tekanan darah lebih tinggi dari yang seharusnya, maka segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Menerapkan gaya hidup sehat sangat berguna untuk dapat mencegah terjadinya hipertensi. Selain itu, Anda juga dapat mulai membatasi asupan garam, olahraga, menjaga berat badan tetap ideal, dan tidak stres untuk menjaga tekanan darah tetap normal.

(ahd/els)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]