pickleballvnz.com

5 Bahasa Tubuh yang Bisa Jadi Tanda Seseorang Berbohong

CNN Indonesia Sabtu, 18 Jul 2026 11:20 WIB Ilustrasi. Ternyata orang berbohong bisa diketahui dari bahasa...

CNN Indonesia

Sabtu, 18 Jul 2026 11:20 WIB

Young Malaysian girls talking to each other and enjoy the gathering.
Ilustrasi. Ternyata orang berbohong bisa diketahui dari bahasa tubuhnya. (Getty Images/yongyuan)

Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Saat berbicara dengan seseorang, kita cenderung lebih fokus pada kata-kata yang diucapkan. Padahal, bahasa tubuh juga dapat memberikan petunjuk penting tentang apa yang sebenarnya dirasakan atau disembunyikan seseorang.

Meski demikian, para psikolog mengingatkan bahwa tidak ada satu pun gerakan tubuh yang bisa dijadikan bukti pasti seseorang sedang berbohong. Bahasa tubuh sebaiknya dipahami sebagai petunjuk yang perlu dilihat bersama konteks, situasi, dan pola perilaku seseorang secara keseluruhan.

Lantas, gerakan seperti apa yang kerap dikaitkan dengan kebohongan? Berikut beberapa di antaranya menukil Beautynesia:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Pola bicara berubah

Salah satu tanda yang sering diperhatikan adalah perubahan pada cara seseorang berbicara. Nada suara bisa berubah, jeda bicara menjadi lebih panjang, atau ritme berbicara terasa tidak seperti biasanya.

Mantan profiler kriminal FBI, Gregg McCrary, yang dikutip Forensics Colleges, menjelaskan bahwa suara maupun gerak-gerik seseorang dapat berubah ketika mereka tidak mengatakan hal yang sebenarnya.

Karena itu, dalam proses wawancara, penyelidik biasanya terlebih dahulu mengajukan pertanyaan sederhana, seperti nama atau tempat tinggal, untuk mengetahui pola komunikasi normal seseorang. Perubahan yang muncul saat menjawab pertanyaan tertentu kemudian dapat menjadi petunjuk adanya ketidakjujuran.

2. Ucapan tidak selaras dengan gerakan tubuh

Ketidaksesuaian antara ucapan dan bahasa tubuh juga kerap menjadi sinyal yang perlu diperhatikan. Misalnya, seseorang mengatakan 'iya', tetapi secara bersamaan menggelengkan kepala. Gerakan yang saling bertolak belakang seperti ini dapat menunjukkan adanya konflik antara apa yang diucapkan dan apa yang sebenarnya dirasakan.

Pilihan Redaksi

Psikolog klinis dari Center for Anxiety and Related Disorders, Boston University, menyebut ketidakselarasan antara ucapan dan gerakan tubuh bisa menjadi indikasi bahwa seseorang sedang menyembunyikan sesuatu. Namun, tanda ini tetap perlu dipadukan dengan pengamatan lain, bukan dijadikan kesimpulan tunggal.

3. Muncul isyarat wajah tertentu

Wajah sering kali menampilkan ekspresi yang sulit dikendalikan secara sadar. Beberapa isyarat yang kerap dikaitkan dengan kebohongan antara lain mata yang terlalu sering berkedip, menyipitkan mata, menggigit bibir, memalingkan wajah, atau justru menatap lawan bicara terlalu intens.

Penelitian dari University of California, Los Angeles (UCLA) juga menemukan bahwa saat menghadapi pertanyaan sensitif atau ketika berusaha menyembunyikan sesuatu, seseorang dapat secara refleks mengerutkan atau mengatupkan bibir. Meski begitu, isyarat-isyarat tersebut juga bisa muncul karena gugup, cemas, atau merasa tidak nyaman dalam situasi tertentu.

4. Senyum terasa tidak alami

Ekspresi wajah yang tampak dipaksakan juga dapat menjadi petunjuk lain. Senyum yang hanya melibatkan bibir tanpa diikuti perubahan pada area mata sering dianggap sebagai senyum yang kurang tulus. Begitu pula dengan senyum yang bertahan terlalu lama atau muncul pada momen yang kurang tepat.

Dalam psikologi, senyum yang tulus umumnya melibatkan otot di sekitar mata sehingga wajah tampak lebih alami. Sebaliknya, senyum yang dibuat-buat cenderung hanya terlihat pada bagian mulut.

5. Sering menyentuh hidung

Menyentuh hidung berulang kali juga sering dikaitkan dengan kebohongan. Sejumlah ahli menjelaskan bahwa saat seseorang mengalami tekanan mental atau berpikir keras, aliran darah ke area wajah dapat meningkat sehingga memicu sensasi gatal di hidung. Akibatnya, orang tersebut secara refleks menyentuh atau mengusap hidungnya.

Namun, perlu diingat bahwa kebiasaan ini juga bisa dipicu oleh alergi, kulit yang gatal, atau kebiasaan sehari-hari sehingga tidak selalu berarti seseorang sedang berbohong.

(tis/tis)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]