pickleballvnz.com

4.359 mahasiswa baru UINSU ikuti PBAK 2026 - ANTARA News Sumatera Utara

Medan (ANTARA) - Sebanyak 4.359 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) mengikuti kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2026, Selasa, sebagai awal pengenalan ...

Medan (ANTARA) - Sebanyak 4.359 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) mengikuti kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2026, Selasa, sebagai awal pengenalan kehidupan akademik dan kemahasiswaan di UINSU.

Rektor UINSU Prof. Nurhayati mengatakan, PBAK  merupakan  momentum  untuk  mengenalkan  budaya  akademik,  nilai-nilai kemahasiswaan, etika, tanggung jawab, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

 Tema yang kita angkat pada PBAK tahun ini, yaitu: “Membentuk Generasi Unggul dalam Ilmu, Teduh dalam Keberagaman, dan Rahmat bagi Semesta” Tema ini bukan hanya sekadar slogan.

Tema ini adalah cita-cita yang ingin kita tanamkan kepada seluruh mahasiswa. Karena, Masuk ke perguruan tinggi bukan sekadar naik jenjang pendidikan, tetapi naik pula tingkat tanggung jawab sebagai insan terdidik. Yang pertama adalah unggul dalam ilmu.

 Mahasiswa adalah  insan akademik. Karena itu, keunggulan  pertama yang harus saudara bangun adalah keunggulan intelektual. Jangan pernah berhenti belajar. Jangan pernah merasa cukup hanya karena  telah  lulus  dari  sekolah  menengah. Justru ketika  menjadi  mahasiswa, perjalanan intelektual saudara baru dimulai.

 Kampus mengajarkan kepada saudara bahwa ilmu tidak boleh diterima secara pasif. Ilmu harus dicari, dipertanyakan, diuji, dikembangkan, dan diamalkan.

 Jadilah mahasiswa yang gemar membaca. Jadilah  mahasiswa  yang  berani  bertanya.  Jadilah  mahasiswa  yang  mampu  berdiskusi.  Jadilah mahasiswa yang terbiasa berpikir kritis, sistematis, kreatif, dan inovatif. Tantangan mahasiswa kini bukan lagi sekadar bagaimana mendapatkan informasi, karena Informasi tersedia di mana-mana.

 Tantangan kita  adalah  bagaimana  membedakan informasi  dengan  pengetahuan,  pengetahuan dengan kebenaran, dan kecerdasan dengan kebijaksanaan. Ingatlah: Kampus yang hebat tidak hanya melahirkan  mahasiswa  yang  pintar,  tetapi  melahirkan  manusia  yang  mampu  menggunakan kepintarannya untuk kebaikan.

Berikutnya, teduh dalam Keberagaman Saudara-saudara mahasiswa  yang  saya  banggakan, Kampus  adalah  miniatur  kehidupan masyarakat.

Di kampus saudara akan bertemu dengan manusia yang berbeda latar belakang, berbeda daerah, berbeda  budaya, berbeda  pemikiran,  berbeda  pengalaman, dan mungkin berbeda  cara pandang. Perbedaan itu bukan ancaman.

 Perbedaan adalah kekayaan. Kita tidak boleh menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi ruang untuk saling mengenal, saling memahami, dan saling menghormati. Allah SWT telah mengingatkan kita dalam Al-Qur’an: “Waja‘alnakum syu‘ban wa qab’ila lita‘raf.” Kita dijadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kita saling mengenal.

 Karena itu, saya ingin saudara menjadi generasi yang teduh dalam keberagaman. Teduh dalam perkataan. Teduh dalam  sikap. Teduh dalam  pergaulan. Teduh dalam  menyampaikan pendapat. Dan  teduh ketika menghadapi perbedaan. Jangan mudah membenci hanya karena berbeda.

Jangan mudah menghakimi hanya karena tidak sepemikiran. Jangan mudah menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Mahasiswa harus menjadi penjaga ruang publik  yang sehat, bukan penyebar kebencian. Jadilah generasi yang mampu berbeda pendapat tanpa bermusuhan.

Mampu berdialog tanpa saling merendahkan. Mampu berkompetisi tanpa saling menjatuhkan. Dan mampu berbeda pilihan tanpa kehilangan persaudaraan. Inilah karakter akademik yang sesungguhnya.

PBAK tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan pengenalan lingkungan kampus.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah awal mahasiswa untuk memahami tanggung jawab baru setelah memasuki perguruan tinggi.Saudara tidak sekadar memasuki sebuah kampus. Saudara sedang memasuki fase penting dalam perjalanan kehidupan, sebuah fase untuk membentuk cara berpikir, karakter, kepribadian, kepemimpinan, dan masa depan,” ujar Nurhayati.

PBAK UINSU tahun ini mengangkat tema “Membentuk

Pewarta: Juraidi
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.