38 lukisan karya delapan seniman dipamerkan di GIK UGM
Sebanyak 38 lukisan karya delapan seniman hadir dalam pameran seni rupa bertajuk Mampir Gelanggang di Galeri Bulaksumur, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas ANTARA News jogja 29 ...
38 lukisan karya delapan seniman dipamerkan di GIK UGM
Sabtu, 19 September 2026 19:41 WIB
Sejumlah pengunjung melihat lukisan Mampir Gelanggang yang dipamerkan di Galeri Bulaksumur Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM Yogyakarta. Sabtu (19/9/2026). ANTARA/Hery Sidik.
Yogyakarta (ANTARA) - Sebanyak 38 lukisan karya delapan seniman hadir dalam pameran seni rupa bertajuk Mampir Gelanggang di Galeri Bulaksumur, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, pada 19 September sampai 5 Oktober 2026.
"Sebagai bagian dari event Run'nShine 2026, pameran Mampir Gelanggang ini hadir untuk memperluas perjumpaan seni dengan ekosistem kreatif Yogyakarta," kata Exhibition Manager Mampir Gelanggang 2026 Salsabila Azzahra pada pembukaan pameran tersebut di Yogyakarta, Sabtu.
Delapan seniman dalam pameran kolaborasi Galeri Bulaksumur dan Sedekat Imaji Rupa dengan tema "Singgah sebelum Pulang" itu adalah Indera Kencana, Vicky Saputra, Yanal Desmon Zendrato, Harris Fanany, Denny Saiful Anwar, Aprilia El Shinta, Anton Afganial, dan Risao Pambudi.
"Seni tidak berdiri sebagai peristiwa yang terpisah, tetapi bergerak bersama gaya hidup, aktivitas publik, dan denyut komunitas di Yogyakarta," katanya.
Dia mengatakan, tema "Singgah sebelum Pulang" ini menempatkan pameran sebagai ruang antara jeda yang tidak sepenuhnya diam dan tujuan yang belum benar-benar selesai, dalam persinggahan ini, karya-karya hadir sebagai penanda perjalanan.
"Membawa fragmen ingatan, kegelisahan, serta bayangan tentang tempat yang kelak dituju. Sebab pulang bukan sekadar kembali ke tempat semula, melainkan menemukan cara baru untuk memahami asal, perubahan, dan diri sendiri," katanya.
Publication Manager Mampir Gelanggang 2026 Laura Putri mengatakan pertemuan lintas disiplin pada pameran Mampir Gelanggang ini membuka kemungkinan bagi karya untuk dibaca melalui konteks yang lebih luas.
"Yaitu sebagai pengalaman ruang, percakapan sosial, sekaligus bagian dari kehidupan sehari-hari," katanya.
Sementara itu, Program Manager Mampir Gelanggang Dahayu Sasmita Dharma mengatakan pameran ini juga dilengkapi rangkaian program aktivasi untuk memperkaya pengalaman pengunjung.
Dia mengatakan, beberapa di antaranya adalah artist talk yang menghadirkan seniman peserta untuk berbagi proses dan gagasan di balik karya, serta program screening film yang digagas bersama sejumlah komunitas kreatif Yogyakarta.
"Rangkaian aktivasi ini diharapkan dapat melengkapi kemeriahan Mampir Gelanggang sekaligus memperluas ruang dialog antara seni dan publik," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026