2 WNI Jadi Korban Serangan di Riyadh, Bandara King Khalid Ditutup hingga 17 Oktober
Berita International Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:...
Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:08 WIB
Arab Saudi, VIVA – Dua warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan mengalami luka ringan akibat serangan di Riyadh, Arab Saudi, pada 11 Oktober 2026. Keduanya telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit dan diperbolehkan pulang pada hari yang sama.
Baca Juga
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh mengonfirmasi informasi tersebut berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang diterima pada Selasa, 13 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada hari ini, Selasa 13 Oktober 2026 telah menyampaikan informasi resmi bahwa terdapat 2 (dua) Warga Negara Indonesia yang mengalami luka ringan pada tanggal 11 Oktober 2026 dan mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah dan Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi di Riyadh. Keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama," kata KBRI Riyadh dalam siaran pers yang diterima pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Baca Juga
Insiden tersebut menjadi perhatian pemerintah Indonesia di tengah meningkatnya ancaman serangan udara di Riyadh. Otoritas Arab Saudi melaporkan sejumlah ancaman yang melibatkan rudal balistik dan pesawat nirawak atau unmanned aerial vehicle (UAV).
Situasi keamanan tersebut juga berdampak pada operasional penerbangan. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dilaporkan memperpanjang penutupan hingga 17 Oktober 2026 pukul 24.00 waktu setempat berdasarkan pemberitahuan Notice to Airmen (NOTAM).
Baca Juga
KBRI Riyadh Telusuri Kondisi WNI Korban Serangan
Sebelum memperoleh konfirmasi resmi mengenai dua WNI yang mengalami luka ringan, KBRI Riyadh telah mengambil langkah diplomatik untuk memastikan kondisi warga Indonesia yang terdampak serangan.
KBRI mengirimkan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Arab Saudi guna meminta informasi mengenai kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban.
Selain itu, perwakilan Indonesia mendatangi Mouwasat Hospital dan Riyadh Hospital untuk memeriksa informasi mengenai kondisi WNI yang menjalani perawatan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berdasarkan informasi dari kedua rumah sakit tersebut, tidak ditemukan WNI yang menjadi korban dan dirawat di sana.
Informasi resmi yang kemudian disampaikan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi memastikan terdapat dua WNI yang mengalami luka ringan dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah, serta Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi di Riyadh.
Halaman Selanjutnya
Keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama setelah mendapatkan penanganan medis.