pickleballvnz.com

2.045 Umat Buddha Baca Tipitaka di Borobudur, Tak Berhenti pada Pelafalan

Sebanyak 2.045 umat Buddha dari Indonesia dan sejumlah negara mengikuti Indonesia Tipitaka Chanting 2026 di Taman Lumbini, kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini diarahkan agar pembacaan kitab suci tidak berhenti pada pelafalan, tetapi masuk ke cara berpikir dan tindakan sehari-hari.

Bagikan:

MAGELANG – Sebanyak 2.045 umat Buddha dari Indonesia dan sejumlah negara mengikuti Indonesia Tipitaka Chanting 2026 di Taman Lumbini, kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini diarahkan agar pembacaan kitab suci tidak berhenti pada pelafalan, tetapi masuk ke cara berpikir dan tindakan sehari-hari.

Indonesia Tipitaka Chanting digelar Sangha Theravada Indonesia bersama Keluarga Buddhis Theravada Indonesia. Pesertanya terdiri atas bhikkhu dari berbagai negara, samanera, atthasilani, serta upasaka dan upasika yang menjalankan Atthasila.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama, Supriyadi, mengatakan pembacaan kitab suci harus diikuti penghayatan terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Pembangunan fisik yang tampak di depan mata akan rapuh kalau tidak ditopang karakter yang baik. Indonesia Tipitaka Chanting ini menjadi upaya membangun jati diri umat Buddha Indonesia,” kata Supriyadi saat pembukaan, Jumat (24/7/2026) seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian Agama.

Menurut Supriyadi, kehidupan beragama dan bernegara tidak perlu dipisahkan. Nilai agama, kata Supriyadi, justru harus tampak dalam sikap sebagai warga negara yang bertanggung jawab.

BACA JUGA:


Ia juga menilai pemahaman agama yang mendalam seharusnya memperluas kasih sayang dan penghormatan terhadap kelompok yang berbeda.

“Semakin dalam seseorang memahami agamanya, semakin luas rasa kasih sayang dan rasa hormatnya kepada mereka yang berbeda,” ujarnya.

Ketua Panitia Indonesia Tipitaka Chanting 2026, Bhante Guttadhammo Mahāthera, menegaskan pelantunan Tipitaka bukan sekadar tradisi keagamaan. Kegiatan itu juga menjadi sarana memperdalam pemahaman dan penghayatan ajaran Buddha.

“Setelah dibaca, semoga bisa direnungkan dan mengubah cara berpikir serta bertindak. Tipitaka harus menjadi patokan dan praktik dalam kehidupan sehari-hari,” kata Bhante Guttadhammo.

Indonesia Tipitaka Chanting tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-11. Kegiatan mengangkat tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri”.

Rangkaian acara akan ditutup dengan perayaan Asadha Mahapuja di pelataran Candi Borobudur pada 26 Juli 2026. Perayaan itu mengenang khotbah pertama Sammasambuddha Gotama kepada lima pertapa, yang menjadi awal penyebaran Dhamma.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+