196 Karyawan Freeport Tinggalkan Pekerjaan, Kini Digembleng 2 Bulan Jadi Komcad di Papua
Berita Nasional Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:52 WI...
Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:52 WIB
Jakarta, VIVA – Ratusan karyawan PT Freeport Indonesia kini harus meninggalkan rutinitas pekerjaan mereka untuk menjalani latihan militer. Sebanyak 196 karyawan terpilih mulai digembleng di Rindam XVII/Cenderawasih, Kabupaten Jayapura, Papua.
Baca Juga
Mereka mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) sebagai calon anggota Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat. Pendidikan tersebut berlangsung sekitar dua bulan, mulai (6/10/26) hingga (4/12/6).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Para peserta terdiri dari 191 laki-laki dan lima perempuan. Mereka sebelumnya harus melewati sejumlah tahapan seleksi sebelum dinyatakan memenuhi syarat mengikuti pendidikan militer.
Baca Juga
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Tri Purwanto mengatakan, jumlah tersebut merupakan hasil penyaringan dari 213 calon peserta yang mengikuti pemeriksaan kesehatan, jasmani, psikologi serta orientasi dan geologi pada (29/9/26) sampai (2/10/26).
”Dari 213 peserta yang mengikuti tahapan pemeriksaan dan penentuan akhir, sebanyak 196 orang dinyatakan lulus untuk mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan,” kata Kolonel Tri, dikutip Kamis (8/10/26).
Baca Juga
Proses pembentukan Komcad BUMS PT Freeport Indonesia sendiri telah dimulai sejak September 2026. Kepala Bidang Perencanaan Penyediaan dan Pembentukan Komcad Kolonel Kav Susanto menyebut, awalnya terdapat 220 calon anggota yang diusulkan pada (10/9/26).
Para calon kemudian diberangkatkan dari Timika menuju Jayapura pada (28/9/26). Mereka menjalani serangkaian pemeriksaan dan seleksi hingga akhirnya 196 orang dinyatakan lolos.
Latsarmil resmi dibuka pada Selasa, (6/10/26), melalui upacara di Lapangan Upacara Rindam XVII/Cenderawasih. Pembukaan dipimpin langsung Kapus Komcad Bacadnas Kemhan Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan.
Kapendam XVII/Cenderawasih mengatakan, pendidikan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah, TNI, dan sektor swasta dalam menyiapkan sumber daya nasional untuk mendukung kepentingan pertahanan negara.
”Pendidikan tersebut diharapkan berjalan lancar, aman dan membentuk peserta yang disiplin, tangguh, loyal serta siap menjalankan peran sebagai Komponen Cadangan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam kesempatan itu, Brigjen Hengki membacakan amanat Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Disebutkan, perkembangan lingkungan strategis global, regional, dan nasional yang terus berubah menuntut kesiapan negara menghadapi berbagai bentuk ancaman.
Ancaman yang dimaksud mencakup ancaman militer, nonmiliter, hingga ancaman hibrida. Karena itu, sistem pertahanan negara yang bersifat semesta tidak hanya mengandalkan Komponen Utama.
Halaman Selanjutnya
Keberadaan Komcad dan Komponen Pendukung juga dibutuhkan untuk memperkuat sistem pertahanan negara. Melalui Latsarmil, para calon anggota Komcad akan dibentuk agar memiliki kemampuan dasar kemiliteran, disiplin, ketangguhan, kepatuhan terhadap aturan, serta kemampuan bekerja sama.