pickleballvnz.com

10 Fakta Karhutla Kalimantan: Asap Nyeberang Malaysia-Relawan Dirawat

Jakarta, CNN Indonesia -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan terus meluas dan menimbulkan berbagai dampak. Tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat dan mengancam satw...

Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan terus meluas dan menimbulkan berbagai dampak. Tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat dan mengancam satwa, kabut asap dari karhutla bahkan telah menyebar hingga Malaysia.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 1.487 titik panas di wilayah Kalimantan hingga Kamis (20/8). Sebanyak 767 titik berada di Kalimantan Tengah, 560 titik di Kalimantan Barat, 74 titik di Kalimantan Selatan, 74 titik di Kalimantan Timur, dan tiga titik di Kalimantan Utara.

Berikut sejumlah fakta terkait karhutla di Kalimantan:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Asap karhutla sudah menyebar ke Malaysia

Kabut asap dari karhutla di Kalimantan telah berdampak hingga ke wilayah Malaysia.

Berdasarkan data Air Pollutant Index Management System (APIMS) pada Jumat (21/8) pukul 20.00 waktu setempat, kualitas udara di Serian, Sarawak, mencapai indeks 203 atau masuk kategori sangat tidak sehat.

Tujuh wilayah lainnya juga mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat, yakni Sri Aman dengan indeks 182, Kuching 172, Samarahan 171, Sarikei 168, Samalaju 156, Bintulu 156, dan Mukah 144.

Malaysia mengklasifikasikan indeks 101-200 sebagai tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 sebagai berbahaya.

2. Pemadaman terkendala sumber air hingga selang terbatas

Petugas menghadapi berbagai kendala dalam menangani karhutla di Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan petugas menangani sedikitnya 22 titik kebakaran secara bersamaan di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang.

"Kondisi lapangan tidak mudah. Petugas menghadapi kendala sumber air yang jauh, keterbatasan selang, hingga gangguan pada mesin pemadam," kata Multazam, dikutip dari detikcom, Kamis (20/8).

Di sejumlah lokasi, api juga berada di kawasan yang sulit dijangkau sehingga proses pembasahan membutuhkan waktu dan tenaga lebih.

3. Luas lahan terbakar capai 1.317 hektare

Skala karhutla di Kotim juga terlihat dari akumulasi hotspot dan luas lahan yang terbakar.

Data BPBD Kotim hingga 19 Agustus mencatat terdapat 3.840 titik panas sepanjang 2026. Sementara luas lahan yang terbakar hingga 18 Agustus mencapai sekitar 1.317,15 hektare.

4. Relawan sampai harus dirawat karena sesak napas

Intensitas pemadaman juga berdampak terhadap kondisi para relawan.

Seorang relawan asal Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Rizky Mubarrak, harus mendapat penanganan medis di IGD RSUD dr Murjani Sampit setelah mengalami sesak napas dan kelelahan saat membantu memadamkan karhutla.

Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah mengatakan kondisi Rizky telah stabil setelah mendapat pertolongan medis.

"Peristiwa tersebut menjadi gambaran beratnya perjuangan warga dan relawan yang ikut membantu pemadaman di tengah kondisi asap dan panas," kata Irpansyah.

5. Ular menjadi satwa yang banyak ditemukan mati

Karhutla juga memakan korban dari kalangan satwa. Tim Manggala Agni Kalimantan X/Ketapang menyebut ular menjadi salah satu satwa yang paling banyak ditemukan dalam kondisi mati akibat kebakaran.

"Sejauh ini hewan atau satwa yang banyak ditemukan dalam kondisi mati akibat kebakaran hutan itu ular," ujar Plt Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan X/Ketapang Efendi, Jumat (21/8).

Selain ular, petugas juga menemukan seekor trenggiling mati di tengah lahan karhutla di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.


HALAMAN: