1.280 CPMI Jabar digembleng di UTB guna pasar kerja global - ANTARA News Jawa Barat
Bandung (ANTARA) - Sebanyak 1.280 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) terampil asal Jawa Barat, mulai menjalani pelatihan intensif di kompleks Universitas Teknologi Bandung (UTB) sebagai langkah taktis mengik...
Bandung (ANTARA) - Sebanyak 1.280 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) terampil asal Jawa Barat, mulai menjalani pelatihan intensif di kompleks Universitas Teknologi Bandung (UTB) sebagai langkah taktis mengikis pengangguran dan menembus pasar kerja internasional.
Kegiatan yang ditandai dengan peluncuran (kick off) Program SMK Go Global Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Terampil Mendunia tingkat Jawa Barat ini, menjadi ajang kolaborasi strategis antara Pemprov Jabar, BP3MI, dan perguruan tinggi untuk mencetak tenaga kerja migran profesional.
Kepala BP3MI Jawa Barat Kombes Pol Singgih Hermawan dalam keterangan di Bandung, Rabu, mengungkapkan para peserta bakal digodok selama satu hingga tiga bulan pada berbagai sektor keahlian mendesak, seperti operasi produksi, manufaktur, keperawatan (nursery), hingga penguasaan bahasa Jepang dan Inggris.
"Pelatihan ada beberapa sektor di UTB, operasi produksi, manufaktur, dan bahasa Inggris. Ada bahasa Jepang dan juga nursery. SMK Go Global ini bisa semuanya, yang ingin ke luar negeri dan memerlukan peningkatan kapasitas," kata Singgih.
Singgih menegaskan, aspek ketahanan mental menjadi kunci utama dalam pembekalan ini agar para pekerja migran asal Jabar mampu bertahan dan bersaing di luar negeri.
"Kami berharap peserta yang di UTB bisa melaksanakan pelatihan dengan baik, bisa semangat, dan tidak kalah mental. Ini penting karena kita akan ke luar negeri, jauh dari keluarga, sehingga memang harus disiapkan mentalnya agar pada saat nanti bekerja di luar negeri tidak kalah saing," ujarnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menilai kolaborasi ini sebagai terobosan konkret untuk mengikis habis angka pengangguran muda di wilayah Jawa Barat.
"Ini skema program yang keren karena kementerian terkait, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi berkolaborasi untuk mempersiapkan anak-anak kita untuk mengikuti bursa kerja global melalui Program SMK Go Global. Kita akan bahu membahu untuk memastikan Jawa Barat 2029 tidak ada anak muda yang nganggur,” ujar Herman.
Herman berpesan agar para peserta memupuk kemampuan berpikir kritis (critical thinking), daya juang pantang menyerah, kreativitas, hingga penguasaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna merespons dinamika industri global.
Sementara itu, Rektor UTB Dr Muchammad Naseer menekankan bahwa selain keahlian teknis (hard skill), kedisiplinan dan etika kerja (attitude) menjadi kualifikasi mutlak yang ditanamkan selama masa pelatihan di UTB.
"Skill itu penting, tetapi attitude juga menentukan bagaimana seseorang dapat diterima, dipercaya, dan berkembang di lingkungan kerja. Karena itu, kami berharap peserta tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, dan sikap profesional selama mengikuti program ini," kata Naseer.
Secara nasional, disebutkan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menargetkan pencetakan 500.000 tenaga kerja terampil luar negeri sepanjang periode 2026-2029 yang terdiri atas 300.000 lulusan SMK dan 200.000 lulusan SMA/diploma/sarjana, dengan target penyerapan tahap awal sebanyak 40.000 peserta pada 2026.
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.