1.000 Tambang Timah Ilegal Ditutup, Prabowo Perintahkan TNI-Polri Usut Tuntas
Presiden Prabowo Subianto mengklaim 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung hingga akhir 2025. Dia kemudian memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri mengusut pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
Bagikan:
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengklaim 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung hingga akhir 2025. Dia kemudian memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri mengusut pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan 2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Jumati, 14 Agustus.
“Akhir tahun lalu kita telah tutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung,” kata Prabowo.
Prabowo menyebut pengusutan harus dilakukan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Masa 1.000 tambang pejabat TNI dan pejabat polri nggak tahu,” tegas eks Menteri Pertahanan RI tersebut.
Prabowo lebih lanjut meminta pengusutan harus dilakukan secara menyeluruh. Siapa pun yang terlibat harus ditindak tanpa melihat posisi maupun kedekatannya dengan aparat.
Dia juga mengingatkan pentingnya keberanian pimpinan untuk menertibkan anak buah yang melakukan pelanggaran.
“Kadang-kadang kita sedih anak buah yang kita sayang yang baru kita beri bintang, naikin pangkat harus kita tindak. Tapi, demi rakyat, demi negara, demi bangsa harus kita lakukan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo turut menyinggung dampak penertiban tambang ilegal terhadap kinerja PT Timah Tbk. Dia menyebut perusahaan tambang pelat merah tersebut mencatatkan keuntungan Rp2,7 triliun dalam enam bulan pertama 2026.
“Bayangkan dalam enam bulan tahun 2026 PT Timah telah mencapai keuntungan 2,7 triliun, sembilan kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” jelas Prabowo.
Menurut Prabowo, keuntungan PT Timah tersebut meningkat hingga 900 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dia juga menyebut valuasi PT Timah Tbk mengalami peningkatan 280 persen pada Agustus 2026 dibandingkan Agustus 2025.
“Mungkin yang punya saham di PT timah berarti kekayaannya naik 300 persen,” pungkas Prabowo.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+